Rabu, 25 Mei 2011

Sebuah Surat Tuk Sahabat

Dalam tiap langkah kaki menapak, aku ada. Dalam tiap hari menjelang, aku pun terbit. Laksana mentari di atas sana yang tak bosan menerangi sekalipun banyak awan nakal sesekali menutup indah terangnya, juga seperti tiap ibu yang mengasihi anaknya sekalipun banyak durhaka tercipta dalam tiap langkah menuju kedewasaan... aku tetap di sana. Menyunggingkan sebuah senyum sambil mengawasi tiap mereka yang butuh aku.

Sama seperti Rupiah yang bermimpi tuk jadi Dollar, ia pun dulu adalah seorang pemimpi. Hidup dalam impian terbayang indahnya dunia luar. Namun kini, mimpi itu selangkah demi selangkah telah menuju puncaknya. Lihat bagaimana mudahnya sebuah perubahan itu tercipta. Hanya perlu menambahkan 1 huruf tuk jadi berbeda, seorang yang berguna. Dari “pemimpi” tuk jadi “pemimpin” kita hanya perlu menambahkan sebuah “n”. Lalu, bagaimana dengan kalian?
Aku mampu hadir dalam tiap hati, kecuali jika ambisi berlebih, dengki, kerakusan, serta dendam yang telah menempati posisinya terlebih dulu. Namun, aku akan tetap menunggu. Menanti dan terus menanti. Sampai semua yang membutuhkanku sudah tak ada lagi di dunia ini.
Sama seperti hari-hari sebelumnya, hari ini aku tetap menemaninya. Melangkah bersama dalam tiap suka dan dukanya. Menguatkan hatinya di kala gundah dan saat semua hitam memenuhi kalbunya. Bagi gadis ini, akulah pengubah hidupnya. Sedikit demi sedikit, topeng yang selama ini dikenakannya sudah mulai dilepas. Mantel imam yang selama ini dihindari sentuhannya pun sudah mulai dikenakannya kembali. Hidupnya sudah jauh lebih indah dibandingkan dulu. Masih ingat kala itu, saat ia sudah sangat putus asa. Hanya kematian yang jadi jawaban baginya. Hanya tinggal hitungan menit tuk sampai kembali kepada Pencipta. Namun, saat itu dia menangis. Meratap dan mengutuk diri atas semua dosa yang telah terukir. Karena itu, aku hadir. Kembali memulihkan kalbunya yang sudah terlanjur terluka parah.
Hingga kini, hanya dalam hitungan tahun, ia akan jadi seorang yang berbeda. Seorang yang mampu berbuah tuk sesamanya. Oleh karena itu, aku tetap menemani. Mengawasi tiap harinya sampai sang Pemimpi tak perlu lagi lelah bermimpi. Biarlah sayap itu mampu terbentang lebar atas birunya sangkakala. Ya... sebagai sang Pemimpin... baik atas sesama makhluk ciptaan-Nya maupun atas dirinya sendiri.
Sekarang, aku rasa kalian sudah dapat menebak siapa aku. Aku adalah cinta kasih, ketulusan, dan semua indah yang telah Tuhan ciptakan tuk kalahkan keegoisan diri. Mudah rasanya tuk melangkah lurus ke depan, tapi tak semua mereka memiliki aku. Alhasil, hanya usaha hampa tanpa ada sedikitpun kepuasan yang dihasilkan. Jika hanya Rupiah yang dijadikan patokan kesuksesan, akankah itu bisa untuk selamanya? Jika hanya Rupiah yang dijadikan pemuas kehidupan, benarkah kebahagiaan itu ada?
Sama seperti para dokter di luar sana. Mereka diibaratkan sebagai penyembuh sakit. Inilah akar konflik yang telah eksis dan terus berkembang. Pandangan yang terlalu positif itu seringkali jadi bumerang bagi rekan-rekan lainnya. Apakah seorang dokter dikatakan sukses hanya dengan menilai jumlah Rupiah yang dihasilkannya per bulan? Benarkah itu yang terikrar dalam Sumpah Dokter tanda kelulusan? Bagiku, kesuksesan seorang dokter adalah mereka mampu menyembuhkan sesama, baik jasmani maupun mentalnya. Lantas, benarkah jika seorang dokter hanya melakukan cek TTV (tanda-tanda vital) seadanya saja yang bahkan dapat dihitung dalam detik lalu menulis resep seadanya itu dikatakan bahwa mereka telah mendedikasikan diri dan gelar mereka tuk sesama? Ingat kawan, memang waktu adalah uang, namun tak setiap detik boleh kau ibaratkan sebagai Rupiah.
Seorang kaya yang mandi di atas tiap puing Rupiah, benarkah mereka dapat dikatakan telah meraih kesuksesan? Benarkah hartanya dapat menemaninya jika hanya ada kematian menjemput? Bukankah hidup itu indah jika kita berarti bagi sesama? Yang dapat menilai eksistensi diri kita hanyalah orang lain. Demikianlah seperti bibir dan pipi yang sangat berdekatan. Namun sang Bibir takkan mampu mencium sang Pipi. Yang dapat mencium pipi kita hanyalah orang lain. Bahkan, saat kematian menjemput, bukankah kita hanya dapat hidup dalam hati dan kenangan mereka yang tertinggalkan? Lantas, apa gunanya materi itu jika kita tak punya hati nurani. Hanya akan jadi kosong yang hanya dapat hidup dalam hitungan menit kemudian terlupa untuk selamanya. Hanya akan terlapis topeng dan tersumpal bualan, bak lidah ular yang bercabang. Namun, hati nurani akan selamanya berupa hati nurani. Takkan ada yang sanggup menggantinya, menutupinya, ataupun memalsukannya.
Untuk itu, aku ada. Memimpin tiap mereka tuk raih kesuksesan, baik dalam arti materi duniawi maupun materi akhirat. Kalau kau bilang, ularlah yang salah ketika menghasut Hawa yang kemudian memulai keruntuhan manusia, bagiku semuanya sama saja, baik ular, Hawa, Adam, maupun Eden. Tak ada yang lebih salah dari yang lainnya, begitu juga tak ada yang lebih benar. Semuanya merupakan tersangka utama. Oleh karena itu, aku hadir tuk kuatkan agar tahan godaan. Hanya jiwa yang mengasihi yang mampu menolong sesama tanpa harap akan apapun selain sebuah ucapan terima kasih. Hanya ketulusan yang membuat manusia tak saling mendengki lalu saling menjatuhkan.
Melihat banyak mata kalian menatap, tampaknya banyak tugas yang harus kukerjakan. Tenang saja Kawan, kami akan tetap hadir tuk tiap kalian. Bukalah hati kalian, maka kami akan ada di sana. Sekarang, sudah siapkah kalian untuk mengecap perubahan? Ingat, hanya perlu usaha yang tak sulit tuk jadi seorang yang berguna, dari seorang pemimpi tuk jadi pemimpin. Lantas, apakah kalian masih ingin disibukkan oleh hal-hal semu? Ataukah kalian sudah siap tuk rasakan gejolak kehidupan yang lebih bermakna? Hanya tiap kalian yang mampu menjawabnya... Kini, biarkanlah aku terlelap dalam lautan bintang-bintang sembari menunggu. Ya... menunggu kalian.




Read More...

Jumat, 08 April 2011

Arti 17 Tahun "setelah itu mau ke mana?"

Ulang tahun ke 17, atau sweet seventeen istilah kerennya di kalangan remaja. Konon katanya (penulis tidak yakin akan hal ini..hehehehe) pada saat inilah seorang remaja beranjak menjadi dewasa dan mandiri. Maka untuk merayakan hal itu dibuatlah perayaan khusus untuk melepas sang anak. Menurut yang lain, saat itulah seseorang mengalami akil-balik, menurut tradisi orang barat. Ok, alasan itu memang masih dalam skala kewarasan, tapi permasalahannya adalah

setelah itu mau ke mana?

Banyak pesta sweet seventeen dilaksanakan dengan sangat meriah terutama bila keadaan finansial memungkinkan; mengundang banyak teman, menggunakan tempat yang luas dan megah, mengundang bintang tamu kalau perlu, dan sebagainya. Bahkan ada pesta yang mampu menyaingi pesta pernikahan! Dalam pesta tersebut biasanya ada harapan dari orangtua. Harapan agar anaknya bisa sukses dalam hidup selanjutnya, banyak rejeki, dan mandiri. Yah harapan-harapan itu sangat wajar dilantunkan oleh orangtua. Sebuah hal yang bagus memang.

Namun ada hal yang aneh. Bukannya sweet seventeen adalah jenjang menuju kedewasaan? Kok yang terjadi biasanya adalah ajang pemanjaan bagi sang anak? Salah satu remaja mengadakan pesta sweet seventeen dengan mengundang hampir semua teman seangkatanya ke pesta yang bertempat di sebuah hotel berbintang dan sebagainya lagi. Aneh kan? Sementara ia harus sudah mandiri, ia masih menggunakan uang dari orangtuanya untuk pesta yang sebenarnya tidak perlu-perlu amat. Memang keadaan finansialnya mendukung, tapi tetap saja itu duit orangtuanya, bukan duitnya.

Masih pertanyaan lagi, setelah itu mau ke mana? Setelah bertujuhbelas tahun, mau ke mana dia? Masih numpang di rumah orang tua? Kuliah agar sukses? Langsung kerja? Yang terjadi kebanyakan di Indonesia adalah yang pertama. Setelah dia tujuh belas tahun, ia masih numpang tinggal di rumah orangtuanya. Masih mengandalkan uang jajan, makan, dan segala keperluan hidup yang lagi-lagi dari orangtuanya. Sweet seventeen menjadi kehilangan makna, kehilangan isi dan inti. Seakan pesta besar-besaran yang diselenggarakan hanya sebagai angin lalu tanpa ada tindak lanjut yang mengarah pada kedewasaan dan kemandirian. Kosong.Ironis bukan

Read More...

Senin, 04 April 2011

Contoh / Jenis-jenis Kenakalan remaja :

Contoh / Jenis-jenis Kenakalan remaja :
- membolos sekolah
- kebut-kebutan di jalanan
- Penyalahgunaan narkotika
- perilaku seksual pranikah
- perkelahian antar pelajar
-dll Read More...

Tips untuk mencegah dan mengatasi kenakalan remaja

Tips untuk mencegah dan mengatasi kenakalan remaja


- Orang tua harus selalu memberikan dan menunjukkan perhatian dan kasih sayangnya kepada anaknya. Jadilah tempat curhat yang nyaman sehingga masalah anak-anaknya segera dapat terselesaikan.
- Perlunya ditanamkan dasar agama yang kuat pada anak-anak sejak dini.
- Pengawasan orang tua yang intensif terhadap anak. Termasuk di sini media komunikasi seperti televisi, radio, akses internet, handphone, dll.
- Perlunya materi pelajaran bimbingan konseling di sekolah.
- Sebagai orang tua sebisa mungkin dukunglah hobi/bakat anak-anaknya yang bernilai positif. Jika ada dana, jangan ragu-ragu untuk memfasilitasi hobi mereka, agar anak remaja kita dapat terhindar dari kegiatan-kegiatan negatif.
-dll

Itulah yang dapat saya paparkan tentang kenakalan remaja, mulai dari pengertian kenakalan remaja, Faktor-faktor penyebab kenakalan remaja, Contoh / Jenis-jenis Kenakalan remaja sampai dengan Tips untuk mencegah dan mengatasi kenakalan remaja. Semoga bisa bermanfaat bagi pembaca. Masukan-masukan sangat diterima sebagai bahan perbaikan dari artikel ini, karena mungkin banyak terdapat kekurangan di sana-sini. :D

Read More...

Faktor-faktor penyebab kenakalan remaja.

Faktor-faktor penyebab kenakalan remaja.
- reaksi frustasi diri
- gangguan berpikir dan intelegensia pada diri remaja
- kurangnya kasih sayang orang tua / keluarga
- kurangnya pengawasan dari orang tua
- dampak negatif dari perkembangan teknologi modern
- dasar-dasar agama yang kurang.
- tidak adanya media penyalur bakat/hobi
- masalah yang dipendam
- keluarga broken home
- pengaruh kawan sepermainan
-dll
Read More...

Pengertian Kenakalan Remaja

Pengertian Kenakalan Remaja

Kenakalan remaja (juvenile delinquency) adalah suatu perbuatan yang melanggar norma, aturan atau hukum dalam masyarakat yang dilakukan pada usia remaja atau transisi masa anak-anak dan dewasa.

Sedangkan Pengertian kenakalan remaja Menurut Paul Moedikdo,SH adalah :

1. Semua perbuatan yang dari orang dewasa merupakan suatu kejahatan bagi anak-anak merupakan kenakalan jadi semua yang dilarang oleh hukum pidana, seperti mencuri, menganiaya dan sebagainya.
2. Semua perbuatan penyelewengan dari norma kelompok tertentu untuk menimbulkan keonaran dalam masyarakat.
3. Semua perbuatan yang menunjukkan kebutuhan perlindungan bagi sosial.

Read More...

Selasa, 29 Maret 2011

mengunduh / download file itu mudah sekali kok

memang mau download dari situs / link apa?
lalu software browser pakai internet explorer atau yang lain?
download dari situs web atau email?
kalau bisa tolong diberi detail permasalahannya.

cara yang paling gampang ya tinggal klik saja link downloadnya. setelah itu kalau ditanya antara open dengan save ya pilih save saja. kemudian nanti otomatis file akan didownload. tapi kalau ditanya mau di save di mana ya pilih save di desktop saja. nanti kalau sudah selesai download kita tinggal buka desktop (tampilan paling depan yang ada tulisan my computer, recycle bin, dkk). kalau dicari nggak ada juga gunakan fasilitas pencarian file dengan tekan tombol windows + huruf f pada keyboard.

intinya harus berani coba-coba dan utak-atik sampai ketemu caranya. kalau bingung coba saja main di warnet lalu pas mau download panggil yang jaga terus minta tolong ajarin cara downloadnya. beres deh :) good luck ya.


Read More...

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI BLOG INI by:bhakti.santoso